Biru II
Pada akhirnya, kita tetap berjalan di jalur masing-masing, meskipun di atap yang sama. Kau dengan caramu yang tak bisa kutafsirkan, aku dengan kebiasaan yang tak pernah benar-benar hilang.
Mungkin memang begini adanya, sebuah kesepakatan diam-diam antara aku dan kebiasaanmu, sebuah penerimaan tanpa kata.
Komentar
Posting Komentar